πΒ European Hospital of Marseille, France
βMarceille Adalgisa Darwin.β
Begitu suara nyaring kecil milik seorang gadis yang dilahirkan secara sehat di sebuah Rumah Sakit di Marseille.
Ia, secara sengaja diberi nama βMarceilleβ oleh Darwin Hariyanto, sang Ayah dan Ambar Pramudita, sang Ibunda sebagai tanda bahwa ia dilahirkan di kota yang dikenal akan pesona yang begitu indah di setiap sudutnya.
Marcie kecil begitu penasaran akan banyak hal di sekitarnya. Terlebih, saat ia berurusan dengan pakaian atau busana. Sejak ia berumur 5 tahun, ia sangat pemilih tentang pemakaian busana. Ia sangat sering mencampur-adukan busana satu dengan yang lainnya. Lama kelamaan, hal ini membuatnya terkadang cenderung perfeksionis dalam pemilihan pakaian yang ia pakai.
Sang Ibunda, Ambar melihat itu sebagai sebuah bakat yang tak disangka sebelumnya dari Marcie. Terkadang ia heran, darimana bakat fashionnya ini berasal. Adapun dalam keluarga besar, hanya Ibunya seorang yang mempunyai bakat itu, satu-satunya. Alias Neneknya Marcie.
Berbeda dengan sang Adik yang tertarik dengan Arsitektur seperti sang Ayah, Marcie memilih untuk mengambil Sekolah Fashion saat ia menginjak bangku kuliah. Kembali saat ia lulus dengan predikat, ia membuka Sekolah Fashion bersama dengan kawannya, sebelum akhirnya ia merujuk ke Curtin University untuk mengambil Bisnis Internasional.
Kini, ia, temannya, dan adiknya membuka group bisnis bersama dalam satu kelompok, namun dalam bidang yang berbeda. Sementara sang adik membuka bisnis sebagai kontraktor arsitektur bangunan, ia membuka butik mode di sebuah kawasan Jakarta Selatan dan Pusat.